Minggu, 04 September 2022

Ghifaz Sekolah

Assalammualaikum
Cerita Ghifaz Sekolah..... 
Awalnya aku mau sekolahin dia langsung TK B, apa itu play group? Menurut aku yaa main-main yang bisa dilakukan di rumah. Kebetulan kan pandemi yaa, jadi semakin menguatkan untuk belum menyekolahkan anak. Lalu baca media sosial dan ku tahu kalau sekolah itu ada waiting listnya, maka aku pun survei TK di sekitar rumah Oktober 2021, kebetulan pada saat itu masih ada jadwal WFH, aman lah urusan survei ini. Ku ajak juga Ghifaz survei ke calon sekolahnya. 
Pertama-tama aku buat list dulu daftar TK yang menarik perhatianku. Cek ke sosial media atau webnya, kalau ada contact person-nya langsung ku japri melalui WA. Tujuan utamanya adalah menanyakan biaya, hehehe, teremak-emak banget. TK ini kan kesannya main-main yaa, kalau harganya mahal pakai banget rasanya ndak cocok dengan dompet keluarga saya. Setelah harga yang kutanyakan adalah bisa survei ke sekolah ndak. Kalau OK kudatangi sekaligus nanya metode pengajarannya. 
Ndak banyak sekolah yang ku survei karena anaknya sudah minta sekolah hari Seninnya di sekolah terakhir yang didatangi, surveinya hari Jumat. Tahu sekolah ini dari temannya adik yang kebetulan sekolah di sana. Ku japri contact person sekolahnya, boleh ndak masuk bukan di awal semester. Awal semester kan biasanya bulan Juli yaa, ini Ghifaz mulai bulan Oktober. Qadarullah boleh, mungkin karena pandemi juga, jadi ndak banyak yang daftar sekolah. Pada saat itu juga ndak full tatap muka, seminggu tiga kali, durasi 90 menit setiap pertemuannya. Pernah juga full daring karena kasus Covid-19 melonjak. 
Test Drive Ayunan Dulu
Alhamdulillah anaknya happy. Walau berat berangkat ke sekolah tapi, tapi ndak pernah nangis di sekolah. Dan ternyata aku salah, PG itu bukan sekedar main, tapi yaa belajar sambil bermain. Untuk ibu yang bekerja, setelah melihat perkembangan Ghifaz di sekolah, menurutku penting untuk menyekolahkan anak di usia dini seperti PAUD atau PG. Kenapa? Tentu waktu kita karena bekerja sangat terbatas bersama anak, terutama waktu untuk membersamai anak belajar, menstimulasi dia supaya sesuai dengan perkembangan seusianya dia. Di kelas PG ini motorik halusnya distimulasi. Jujur aku ndak punya ilmu untuk ini, jadi yaa menyekolahkan dia adalah langkah tepat yang kuambil untuk Ghifaz.
Anaknya Sudah Mulai Belajar
Alhamdulillah sekarang anaknya sudah kelas A, makin banyak lagi perkembangannya. Semakin bersyukur sudah menyekolahkan dia. Qadarullah sudah full tatap muka dengan jadwal yang padat. Masuk jam 07.30 pulang 12.30. Banyak yang dia pelajari di sekolah, life skill, pra baca tulis, shalat dan bacaannya. Kalau lihat dia sekarang merasa amazed dan merasa ndak punya bekal ilmu sama sekali untuk mendidik anak. Semoga ini salah satu ikhtiar terbaik yang bisa kuberikan dan Allah ridha, aamiin.
Apakah tidak terlalu cepat menyekolahkan anak?
Ghifaz sekolah PG saat usia 3 tahun 5 bulan. Anaknya yang minta sekolah dan dia senang. Jadi tergantung orang tua dan anak dengan pertimbangannya masing-masing. Kalau mau langsung TK B bisa ditanyakan dulu apakah menerima siswa langsung TK B, karena di sekolah Ghifaz tidak menerima siswa langung TK B, harus TK A dulu di sana. Informasinya kan masuk SD 7 tahun yaa terutama untuk SD Negeri. Kalau lihat time line sekolah di TK, dia lulus TK B 6 tahun 3 bulan, kalau mau sekolah di negeri mungkin ditolak. Jujur ku belum tahu untuk SD nanti bagaimana, meskipun sudah survei SD, tapi tetap melihat kondisi nanti. Kalau anaknya siap masuk SD 6 tahun yaa ke swasta, kalau 7 tahun, alhamdulillah di sekolah sekarang ada Kelas Persiapan untuk masuk SD. 
Ahhh perjalanan sekolah ini masih amat sangat panjang. Termasuk kejutan drama yang sama sekali belum pernah terbayang. Semangat.... Anak sekolah, orang tua pun ikut belajar ☺

Wassalam.
.
.
Poedjie
 

Just a Little Note Template by Ipietoon Cute Blog Design