Selasa, 03 September 2024

PPDB SD Ghifaz-SDIT Rahmaniyah

Assalammualaikum.
Flash back.... Ghifaz ikut PPDB SDIT Rahmaniyah September 2023 lalu, yess hampir setahun sebelum tahun ajaran baru dimulai. Saat ini anaknya sudah  mau naik kelas 2, aamiin. 
Drama memilih SD yang paling cocok baik dari segi value atau budget selesai, drama selanjutnya buat aku adalah overthinking bagaimana nanti anaknya di sekolah. Drama never ending lah judulnya, hihihi. Dari SD-SD yang kami survei, Ghifaz memilih SDIT yang lumayan jauh dari rumah, hampir 6 km jaraknya. Maunya ibunya sih, hehehe, tapi alhamdulillah anaknya setuju, jadi tidak ada pemaksaan. Aku tuh beberapa kali survei ke sekolah ini dari masih ada WFH dari kantor. Sebelum jam 7 pagi udah nongkrong di sekolah, memantau anak-anak ini ngapain, yaa walaupun hanya lihat anak-anak disambut guru piket, ndak lihat proses kegiatan belajar mengajarnya. Selama pelajaran belum dimulai murattal terdengar di seluruh penjuru sekolah, senang deh aku. IG dan youtube-nya pun update, dari sana aku tahu banyak kegiatannya dan siswanya terlihat happy. 
Survei Terakhir Memastikan Semua Setuju 😀
Pada saat itu aku dan suami (terutama aku) galau, mau masuk SD tahun ini atau tahun depan. Kalau tahun ini usianya 6 tahun 2 bulan, sedangkan kalau tahun depan usianya 7 tahun 2 bulan. PPDB-nya setahun sebelumnya sewaktu anaknya masih usia 5 tahunan 😂. Ceritanya bismillah coba daftar aja dulu, kan nanti ada testnya, kalau lulus yaa alhamdulillah, kalau ndak lulus yaa tahun depan daftarnya. Terdengar bijak sekali bukan? Untuk daftar itu perjuangan banget yaa, macam war tiket konser. Alhamdulillahnya aku gercep kontak admin sekolah, jadi begitu diinfoin sudah dibuka pendaftaran, langsung daftar, alhamdulillah dapat kuota. Dokumen yang perlu disiapkan: scan akta lahir anak, scan kartu keluarga, soft file foto anak.
Kalau kita dapat kuota, nanti akan dihubungi by WA sama admin-nya dan diminta membayar biaya pendaftaran. Biaya pendaftaran ditransfer dan diverifikasi, kita diinfo biaya sekolah yang harus dibayar. Kemarin waktu terakhir pembayaran bulan Oktober.  Biaya sekolah dibayar resmi lah menjadi siswa. Iya, ndak pakai test, testnya hanya untuk mengetahui tipe belajar anak. Yaa berhubung anaknya sudah pasti diterima, jadi ndak bisa mundur lagi, harus maju. Tahapan selanjutnya Diagnostik Test dan wawancara orang tua. Jadwalnya bulan Februari.
Baris Sebelum Test
Pada saat diagnostik test anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok, nama kelompoknya nama-nama buah. Ghifaz kelompok alpukat. Anak-anak diminta memakai name tag bentuk alpukat. Waktu itu ada 2 sesi, sesi pagi dan siang. Ghifaz kebagian sesi siang. Pada saat test ini kita diminta dokumen persyaratan dan meterai, nanti ada formulir yang harus diisi dan tanda tangan bermeterai. 
Test diawali dengan anak-anak berbaris sesuai kelompoknya dan diarahkan ke kelas. Di depan kelas aku lihat anak-anak diminta jalan meniti (kedua tangan ke samping seperti sayang pesawat) dan lompat kodok, kemudian masuk kelas untuk test. Testnya seperti apa, aku nggak tahu, orang tua nggak boleh masuk, karena ada sesi wawancara, dipanggil bergantian gitu sesuai urutan kedatangan.
Pertanyaan saat wawancara standar sih yaa, bagaimana sifat dan karakter anak (berasa ditest seberapa dekat kita dengan anak), bagaimana menangani anak saat tantrum, harapan kita terhadap sekolah, lebih dekat ke ibunya atau ayahnya, dll. Saat wawancara nggak harus kedua orang tua hadir yaa, boleh salah satu. Selesai test anak-anak dibagikan snack dan ukur seragam. Tentu saja anakku ukuran paling kecil bajunya, hehehe
Pulang Diagnostik Test



Hasil testnya nanti dikirim by WA, isinya score IQ gitu, bukan test kematangan untuk masuk SD, kalau kepo kesiapan anak masuk SD, sebaiknya cari tahu dulu, sekolah ada testnya tidak, kalau tidak ada test kematangan anak secara mandiri, hasilnya OK baru daftar SD, jangan kayak aku, hehehe.

O iya tahun ini pendaftaran untuk tahun ajaran 2026/2027 dibuka lebih awal (early bird ramadhan) bulan Maret 2025 kemarin, aku daftarin keponakanku, Rafif. Kalau pembayaran lunas, biayanya lebih murah yaa, diskonnya lebih banyak. Salah satu keuntungan menyiapkan dana pendidikan anak jauh-jauh hari adalah bisa memanfaatkan diskon pelunasan di awal. Lumayan selisihnya bisa diinvestasikan lagi untuk dana jenjang pendidikan berikutnya. Tahun depan daftarin Ghizan, semangat.....

Welcome Cicilan, Yuuk Ketatkan Budget

Assalammualaikum.

Akhir Juli 2024 kemarin akad KPR rumah, dengan pertimbangan matang kami memutuskan untuk membeli rumah secara KPR. Setelah 10 bulan membayar booking fee dan proses pembangunan rumah beserta dramanya, akhirnya bisa juga menempati rumah ini. Rumah yang jauh dari sempurna, tapi kami sangat bersyukur dan per Agustus kemarin resmi mulai membayar cicilan KPR dan tentunya memiliki utang yang tidak sedikit. Ada rasa takut, tapi yaa harus dijalani, sambil terus berdoa, Yaa Allah mampukan kami membayar utang ini, sehatkanlah kami sampaikan umur kami sampai kami melunasi utang ini, ridhai dan bantu kami dengan limpahan rizki-Mu sehingga kami bisa melunasi lebih cepat kelak, aamiin. 

Karena mulai punya cicilan, aku sebagai pengelola keuangan keluarga tentunya buat budgeting. Mencatat seluruh pengeluaran untuk menghindari kebocoran, yaa walaupun kadang bocor juga tapi alhamdulillah masih terkendali. Pengeluaran jadi lebih banyak yaa, apalagi kami adalah sandwich generation dan anak-anak mulai sekolah (salah satu penyesalan kenapa ndak dari dulu ajuin KPR sebelum punya anak, kalau dulu berani ajuin KPR sekarang sudah hampir lunas bahkan lunas). Namanya penyesalah di akhir kan yaa, tapi yaa sudah, sekarang tinggal tertawa. Selama nilai cicilan tidak lebih dari 30% pendapatan, Insya Allah aman, yaa setidaknya itu kata financial planner. Kami  belum mendapatkan ide menambah penghasilan dari side hutsle, jadi jalan yang harus ditempuh adalah menekan pengeluaran dengan budgeting.
Bagaimana budgeting-nya?

Aku buat pakai google sheet, jadi sebelum memutuskan KPR aku ikut kelas pengelolaan keuangan keluarga, dari kelas tersebut dapat excel untuk budgeting, mencatat posisi aset dan utang, dan mencatat transaksi pengeluaran. File excel-nya aku edit sesuai kebutuhan aku. Alhamdulillah terbantu banget aku. Ketika kita punya budget dan tahu kemana larinya uang kita, setiap mau mengeluarkan uang akan lebih sadar mindfull, asli jadi lebih mempertimbangkan "butuh nggak yaa, harus sekarang nggak yaa, ada substitusinya nggak yaa, ini kebutuhan atau keinginan yaa"

Jujur yaa, sebenarnya walaupun ndak punya cicilan, harusnya bikin budgeting dan catat pengeluaran, supaya jelas pengeluaran untuk apa, untuk saat ini aja kah, atau sudah mempersiapkan kebutuhan dana di masa depan. Well, kita kan hidup bukan di masa saat kita masih produktif bekerja, kita ikan pinginnya panjang umur yaa, di saat tua kelak setelah pensiun bisa menghidupi diri sendiri beserta pasangan dan tidak menjadikan anak sebagai sandwich generation, yuuk diputus di kita, persiapkan juga masa pensiun dari sekarang baik dari segi keuangan maupun kesehatan. 

Yuuk terus semangat, semangat cari sampingan dan tambahan penghasilan yang halal, berkah dan melimpah. Bismillah, semoga Allah mudahkan dan lancarkan, aamiin.

Anak-Anak Pun Sekolah

 Assalammualaikum. Sudah hampir 2 bulan Ghifaz SD dan Ghizan TK, Ibuknya pun berjibaku dengan rutinitas baru, yaitu siapin bekal, antar ke sekolah, dan guru di rumah dengan energi sisa yang masih ada, hehehe. Depok memulai tahun ajaran baru 15 Juli 2024, seminggu lebih lambat dibandingkan dengan Jakarta. Ibuk cuti dong yaa, secara anak-anaknya hari pertama masuk sekolah. Ghizan masuk pertama hari Selasa, 16 Juli 2024, jadi yaa aman lah yaa. Ibuk dan Ayah gantian cutinya, Ibuk Senin-Selasa, Ayah Kamis-Jumat. Ghifaz MPLS selama seminggu, pulangnya jam 10.30, jadi ibuknya ini hanya menyiapkan snack yang simpel aja, rerotian dan buah. MPLS hari pertama Ibuknya nunggu dan mengikuti acara, seru sekali. Jadi, hari pertama ini guru-guru macam pentas seni yaa, ada yang menari dan buat drama musikal dengan tema-tema yang unik dan menghibur, kreatif dan all out semua, big applause untuk para guru semua. Bisa ditonton di youtube-nya yaa.

Salah Satu Penampilan Guru-Guru
Sementara anaknya cukup enjoy walaupun sempat nangis sebentar karena sudah berusaha tunjuk tangan untuk jawab pertanyaan tapi ndak dipilih, jadi batal dapat hadiah. Dia menggambar dong, sementara teman-teman yang lain nggak ada tuh yang pegang alat tulis.
Menggambar di sela-sela MPLS

Alhamdulillah hari pertama terlewati dengan aman. Begitu pun hari kedua dan selanjutnya. Hari ketiga mulai pakai seragam sekolah, wahh anakku gagah sekali, hihihi. Setelah MPLS pulang jam 13.30, anaknya mulai tantrum. Setiap bangun tidur nangis, Ibuknya harus putar otak biar anaknya happy siap-siap ke sekolah.Ibuknya kudu gendong-gendong dia ke kamar mandi, ceritanya naik pesawat/becak/delman/bus sesuai permintaan. Skenario pengantaran pun berubah, rencana awal berangkat bareng ayah, bubar, karena terlalu pagi, jadinya supaya semangat hari-hari yang bisa fleksi time ibuknya yang antar, anak senang, ibuk pun tenang. 
Sementara Ghizan memulai sekolahnya dengan semangat, bangun dan persiapan aman. Langsung ditinggal tanpa drama. Kebetulan Ghizan sudah lebih kenal lingkungan sekolah, karena satu sekolah sama kakaknya, dan dia tahu banyak mainan, yang selama ini ndak bisa dimainkan karena hanya sebagai pengunjung, sekarang jadi siswa, jadi boleh main, hihihi
Ghizan Memasuki Halaman Sekolah
Mainan Favorit - Teluer
Semangat terus yaa sekolahnya anak-anak Ibuk, tuntutlah ilmu sebanyak, seluas dan setinggi-tingginya, lampaui Ayah dan Ibuk. Enjoy your school boys 😊😊
 

Just a Little Note Template by Ipietoon Cute Blog Design