Selasa, 31 Oktober 2023
Ulang Tahun Bu Sekdis
Jumat, 27 Oktober 2023
Pertimbangan Sebelum KPR
Assalammualaikum.
Mari berbicara Rumah dan KPR, hehehe. Pengen aja punya jejak si rumah dan proses KPR-nya di blog, barang kali bisa bermanfaat untuk orang lain. Aku tuh kemarin mantengin lamudi, rumah.com, rumah123, dekoruma, dll. Aku filter sesuai harga dan lokasi yang aku mau. Sekiranya aku tertarik aku cek di google map lokasinya, kalau aku tahu aku datangi bareng Ghifaz di akhir pekan, dia naik sepeda aku jalan kaki terkadang jogging. Iyaa, belum ajak suami, kalau sudah ada yang sreg baru kuinfo ke suami. Aku juga hubungi marketing yang pasang iklan melalui WA. Pengalaman aku kemarin, si marketing akan ajak survei ke lokasi. Jangan gampang terbujuk rayunya yaa, hehehe. Kepala harus dingin dan didiskusikan sama keluarga.
Sebelum memutuskan KPR ada baiknya mempertimbangkan hal-hal berikut :
Apakah sudah betul-betul membutuhkan rumah?
Memiliki rumah itu baik namun tidak ada yang mewajibkan kita untuk memiliki rumah, apalagi dengan terburu-buru tanpa dipertimbangkan dengan matang. Tidak ada salahnya juga lho tinggal bersama orang tua/mertua dulu sementara kita menabung untuk tujuan keuangan lain yang lebih prioritas seperti mendaftar haji atau berencana untuk membeli rumah secara tunai. Kita tahu bersama masa tunggu haji reguler lebih dari 20 tahun, jadi menurutku ada baiknya daftar haji lebih prioritas dibandingkan membeli rumah, namun kembali lagi ke tujuan keuangan masing-masing yaa. Kata orang membeli rumah itu seperti memilih jodoh, jadi tidak perlu terburu-buru karena FOMO yaa. Survei-survei aja dulu pelan-pelan, pantengin akun-akun marketing rumah.
Harga Rumah
Membeli rumah merupakan pembelian yang sangat besar dengan nominal yang fantastis. Sebelum memutuskan membeli rumah baik secara tunai atau KPR pastikan harga rumah sesuai kemampuan, jika KPR cicilan per bulannya masuk budget ditambah cicilan lain yang dimiliki tidak lebih dari 30% dari total penghasilan. Hal-hal yang mempengaruhi harga rumah adalah luas tanah dan bangunan, lokasi dan akses, desain rumah, bahan yg digunakan, fasilitas yang tersedia. Semakin luas tanah dan bangunannya. Perlu dikonfirmasi kembali, harga rumah apakah sudah termasuk biaya-biaya yang harus dikeluarkan seperti: biaya notaris, biaya BPHTP (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), pajak, biaya appraisal, dll.
Booking fee, uang muka dan biaya-biaya yang harus disiapkan
Booking fee biasaya 3-5 juta tergantung developernya. Booking fee ini ada yang mengurangi harga rumah ada juga yang tidak. Jika kita batal booking fee ini ada yang hangus, kembali 50% atau 100%. Dikonfirmasi kembali ke developer-nya yaa. Setelah booking fee biaya selanjutnya adalah uang muka. Meskipun saat ini banyak yang uang mukanya 0% namun ada juga yang mengharuskan kita membayar uang muka terlebih dahulu, dari hasil aku survei uang muka ini berkisar antara 5-20% tergantung developer-nya. Semakin besar uang muka tentu semakin rendah cicilannya, karena pinjaman ke bank juga berkurang sesuai uang muka yang dibayarkan. Sebaiknya tidak seluruh tabungan digunakan untuk uang muka, pastikan memiliki dana darurat dengan jumlah yang ideal. Jika harga rumah belum termasuk biaya notaris, biaya BPHTP (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), pajak, biaya appraisal, dll, maka persiapkan biayanya yaa, sekitar 10-15% dari harga rumah. Jangan lupa ketika rumah sudah dibangun ada PR selanjutnya yaa, mengisi rumah, hehehe. Jadi perhitungkan dan pertimbangkan baik-baik *talk to my self. Selain itu siapkan juga uang sebesar 1x cicilan yaa di rekening. Bank mewajibkan nasabahnya mengendapkan saldo sebesar 1x cicilan.
Usia
Jangka waktu KPR biasanya 5-20 tahun. Semakin lama jangka waktu KPR cicilannya semakin kecil namun margin yang dibayarkan ke bank semakin besar. Pertimbangkan usia pensiun, jika usia pensiun 58 tahun dan jangka waktu KPR 20 tahun, usia maksimal mengajukan KPR 38 tahun. Ndak mau kan yaa sudah pensiun masih bayar cicilan KPR.
Kenaikan harga rumah dan selisih antara tunai dan KPR
"Ketakutan kita akan risiko kadang bisa membuat hidup kita jauh lebih berisiko"
Aku mengartikannya membeli rumah itu terkadang memang perlu nekat, nekat yang terkontrol yaa, dalam arti yaa berani mengambil risiko saat ini: tabungan hanya cukup untuk uang muka berani mengambil risiko KPR yang tentu harganya lebih mahal dibanding pembelian secara tunai, kalau ndak beli sekarang harga rumah kenaikannya lebih besar dibanding kenaikan jumlah tabungan. Ketika kita berhasil menabung sejumlah harga rumah saat ini di masa depan, harga rumahnya sudah melambung tinggi atau sudah tidak ada stok di lokasi yang diminati. Tentunya membeli rumah secara tunai lebih baik namun membeli rumah secara KPR juga tidak buruk, kembali ke pertimbangan dan kebutuhan masing-masing.
Bismillah semoga dilancarkan dan dimudahkan. Allah ridhai memiliki rumah sendiri. Aamiin.
Jumat, 20 Oktober 2023
Me Time Kala WFH
Di Ouwie aku pesan roti bakar keju (iya doyannya roti bakar keju) dan earl grey tea. Aku cari menu yang ramah di dompet, hehehe. Nyesel sih pesan earl grey tea, too pricy, dapatnya teh celup diseduh dikasih es batu, yaa sudah dinikmati, hahaha. Roti bakar kejunya pakai roti gandum, untuk rasanya biasa aja sih di lidah aku.
Cake Korea By Keikeuday
| Kue Adikku. Foto by Keikeuday |






