Minggu, 16 Juli 2023

Khitan 3G

 Assalammualaikum.

Apa kabar? Semoga selalu sehat semua. 

Sedikit cerita sewaktu anak-anak khitan. Kami mendadak khitan anak-anak karena mumpung minta. Sebelumnya Ghifaz sudah pernah minta khitan akhir Januari 2023, tapi belum diiyakan karena orang tuanya belum siap, hihihi. Kalau ditanya jawabannya ndak konsisten juga, jadi yaa sudah lah lihat nanti saja, sambil orangtuanya nabung dulu. 

Kamis, 29 Juni 2023 lalu saat ngecek tabungan untuk khitan Ghifaz nanya "Ibu ngapain?". "Ngecek tabungan sunat Mas", jawabku. Anaknya nangis kejer dong sambil teriak "Nggak mau sunat....". Ibunya dengan santai jawab " Yaa gpp Mas belum mau sunat, ibu kan cuma nyiapin dana Mas sunat, kapan pun Mas mau sunat siap, sudah ada uangnya". Yaa sudah, nanti aja mau masuk SD pikir ibunya ini.

Jumat, 30 Juni 2023 saat ibunya libur cuti bersama dan ayahnya masuk kerja minta sunat dong anaknya. "Ibu, Mas mau sunat". Ku cuekin aja, paling kayak kemarin. Tapi kuperhatikan dia nonton video sunat hari itu dan ajak sepupunya Rafif untuk sunat juga. "Ibu aku juga mau sunat". Dari pagi sampai siang rengekan mau sunat yang terdengar di telinga. Anak-anak ini minta langsung jalan hari ini juga. Kucoba jelaskan kalau sunat itu harus daftar dulu dan buat perjanjian dengan dokter. "Ibu daftar sekarang, WA dokternya". Duh kayaknya ini serius minta sunatnya. Kutanya sunat itu apa, dua-duanya kompak jawab "Pe**snya dibersihkan, ujungnya dipotong". Menyerahlah ibunya ini, dan senjata terakhir tanya ayah. Anaknya langsung video call Ayahnya, minta sunat. Pertanyaan ayahnya hanya "Tanya Ibu tabungannya ada ndak?" Seperti ndak ada pilihan lain ku harus jawab "Ada". Ayah pun OK. Video call Emaknya Rafif, dia cuma bengong tahu anaknya minta sunat, ndak punya pilihan lain selain jawab iya.

Daftar lah ke Safubot Margonda, karena anaknya maunya di Safubot. Alhamdulillah dapat jadwal Minggu, 2 Juli 2023 jam 16.00. Berhubung 2 anak sunat, Ghizan angkut sekalian aja lah (nekat ini sih, cari mati". Ok, punya waktu 2 hari buat persiapan mental dan kasih sugesti ke mereka bertiga. Tiga-tiganya kompak jawab berani sunat kalau ditanya. Mereka pun tak sabar, mau cepat-cepat sunat. Duh nggak tahu aja tong rasanya sunat.

Minggu, 2 Juli 2023 pun datang....

Makin nggak sabar anak-anak. Begitu antusias. Jam 15.00 kami berangkat dari rumah. Sampai di sana rame pisan, musim sunat ceunah liburan sekolah. Langsung daftar ke admin, jadwalnya ngaret sampai jam 17.00. Karena Ghizan paling nggak bisa diam dan mau buru-buru masuk ke ruangan, Ghizan duluan yang dieksekusi. Ditanya sama dokter semangat jawabnya "berani...". Dinaikkan ke tempat tidur berontak. Disuntik bius makin menjadi teriak-teriak dan nangis kejer. " Udah... Pulang...." Mau nangis rasanya Ibunya. Coba nonton youtube dan nyanyi shalawat alhamdulillah anaknya tidur setelah obat bius masuk. Sholeh sekali anakku Ghizan... Kalau ndak tidur ku tak tahu bagaimana menghadapi Ghizan. Tidur aja masih berasa dia kaget-kagetan. Karena masih kecil dokter menambah jahitan, khawatir pendarahan karena masih aktif dan tidak bisa dikasih pengertian. Ghizan bangun saat proses sunat dan menjahit 90%. Tetap ada drama, hiks. Selesai proses sunat, nangis berhenti, keluar, pasien selanjutnya menanti, Ghifaz.

Ghizan prosesnya cukup lama, Ghifaz terlihat kuyu dan lelah karena menunggu. Masuk ke ruangan nggak semangat lagi. Saat disuntik nangis dan teriak luar biasa keras sebentar. Selama proses sunat nonton youtube atau main game tidak bisa membuatya nyaman. Justru dengan menjawab pertanyaan dan tebak-tebakannya bisa membuat dia nyaman. Ghifaz lebih paham dibanding adiknya, pertanyaan-pertanyaan ceriwis keluar dari mulutnya "Ini lagi diapain?", "Sunatnya sudah belum?", "Berapa lama lagi sunatnya?". Sahut-sahutan aja pertanyaan dia sama tebak-tebakan dari Ibunya. Waktu yang dibutuhkan untuk sunat Ghifaz lebih singkat dibanding Ghizan. Keluar ruangan kupikir Rafif belum, ternyata sudah selesai bareng Ghizan prosesnya, dengan dokter yang lain.

Di Safubot ini sunatnya menggunakan alat yang panas, sehingga minim pendarahan bahkan tidak berdarah sama sekali. Proses terakhir saat sunat adalah dimasukkan obat pereda nyeri dari dubur. Karena menunggu Masnya sunat dulu efek bius dan pereda nyeri Ghizan hilang dalam perjalanan pulang, nangis dan teriak-teriak kesakitan. Rafif dan Ghifaz aman. Sampai rumah Ghizan minum obat pereda nyeri dan akhirnya tidur. Alhamdulillah bangun tidur tidak ada drama berarti. Drama hanya saat mau pipis, mereka takut pipis. Tapi yaa harus pipis. Kalau ditahan makin sakit.

Untuk perawatan di rumah kami dibekali obat antiseptik spray, obat pereda nyeri, antibiotik, betadine dan kasa steril. Ghifaz dapat tambahan oil untuk mempercepat penyembuhan yang tentu saja dipakai bertiga. Pasca sunat mereka pakai celana sunat, celana dalam yang ada tempurungnya. Perawatannya relatif mudah, setiap selesai buang air disemprot menggunakan antiseptik spray. 3 kali sehari kompres betadin dan ditetesi oil. Ini dijelaskan sama adminnya saat kita bayar. Admin akan memberikan nomor HP dokter yang melakukan sunat dan kontrol melalui foto yang dikirim melalui WA pada hari ke 3, 7, dan 10. Saran aku WA dokternya setelah sampai rumah, karena aku sendiri lupa mbaknya jelasin apa buat perawatan di rumah, nanti dikirimi video dan foto cara perawatan serta foto-foto kondisi pe**s dari hari ke hari. Untuk biaya-biaya nanti aku spill di tulisan selanjutnya yaa. 

Pasca sunat anak-anak ndak mengeluh kesakitan sama sekali. Ada rasa sakit tapi masih dalam batas pain tolleration mereka. Jadi mereka tetap aktif lari dan lompat. Alhamdulillah aman tidak ada pendarahan berlebih. PR-nya hanya saat buang air, takut disemprot antiseptik, takut dikompres betadin dan takut ditetesi oil. Setelah hari ketiga aman sih nurut semua ndak takut lagi. Hari ke 10 kulit korengnya sebagian besae sudah mengelupas dan mau pakai celana dalam biasa.

Alhamdulillah lega sudah menyelesaikan sunnah Rasul. Terimakasih Ghifaz, Ghizan dan Rafif sudah berani dan kuat, semoga menjadi anak sholeh, cerdas, hafiz quran 30 Juz seumur hidup, dan bermanfaat untuk sesama. Love you all 🥰


 

Just a Little Note Template by Ipietoon Cute Blog Design