Senin, 19 Juni 2023

Ghifaz dan Sepeda

Assalammualaikum.
Seseorang dengan sepeda, pasti memiliki cerita tersendiri. Sewaktu kecil aku senang bersepeda. Sepeda merupakan alat transportasi pertama yang bisa dikendarai seorang anak secara legal sebelum akhirnya cukup usia untuk mengendarai alat transportasi bermesin yang membutuhkan lisensi. Bahkan sepeda sudah dikenalkan ke anak pada usia satu tahun, yaa kerap kali menjadi kado ulang tahun anak di ulang tahun pertamanya. 
Sepeda pertama anak tentu sepeda roda tiga, family merknya. Alhamdulillah, Ghifaz mendapatkan hadiah sepeda roda tiga saat ulang tahun pertama dari kakek dan neneknya. Senang sekali dia, sepedanya ada lampu yang menyala dan lagu anak-anak. Biasanya digunakan Ghifaz untuk jalan-jalan keluar rumah dan makan. Ayah dan ibunya ndak berniat membelikan sepeda roda tiga, kami memilih ballance bike untuk Ghifaz saat usia dua tahun.

Ghifaz dan Sepeda dari Nenek

Ghifaz dan Sepeda dari Kakek
Pertama kali melihat ballance bike-nya senang sekali, namun takut menggunakannya. Seiring berjalannya waktu, semakin mahir mengendarai ballance bike. Kami memang tidak mengikutsertakan Ghifaz dalam perlombaan ballance bike, karena pandemi dan lahir adiknya. 

Ghifaz dan ballance bike
Usia empat tahun kami membelikan sepeda roda dua dengan dua roda kecil tambahan di belakang. Maksud hati ingin sepedanya bisa dipakai sampai usia sekolah dasar, kami belikan ukuran roda 14 inch, ternyata kebesaran untuk Ghifaz, sepedanya pun teronggok di gudang. Ibunya ini juga khawatir karena dekat rumah jalannya turunan curam yang kerap memakan korban,  kalau sudah bisa sepeda roda dua anaknya kebablasan ke jalan turunan. 

Usia lima tahun ini memutuskan untuk membelikan sepeda roda dua dengan ukuran yang sesuai. Alhamdulillah dekat rumah ada lapangan bulu tangkis yang baru dibangun yang bisa dimanfaatkan untuk bersepeda. Anak-nya bisa diarahkan kalau mau bersepeda di lapangan ndak di jalan supaya aman. Sebetulnya dia masih senang mengendarai ballance bike-nya, namun ukurannya sudah terlalu kecil dan sudah turun ke Ghizan. Galau dong ibunya ini, mau dibelikan ballance bike lagi dengan ukuran lebih besar dan bisa dipasang pedal atau sepeda biasa. Setelah survei harga akhirnya memutuskan untuk membeli sepeda biasa, yang bersahabat dengan dompet kami. 
Kami ke Toko Sepeda Aneka Jaya di Jl. Kartini Depok, anaknya memilih sepeda warna biru ini. Alhamdulillah, karena ballance bike sudah lancar, sepeda roda dua dengan mudah bisa. Tidak sampai 15 menit lancar. 
Selamat Mas Ghifaz sudah lulus naik sepeda roda dua. Semoga selalu menjadi anak sholeh yaa Mas. Semangat.

Jumat, 16 Juni 2023

Menjadikan Bekerja Sebagai Me Time

 Assalammualaikum,

Kerja Rasa Me Time
Sudah bulan Juni, separuh dari 2023 akan segera berlalu? Apa kabar resolusi? Walau masih stuck yaa it's okay yang penting sudah berusaha (itu mah saya membela diri). 
Untuk ibu yang bekerja ada rasa bersalah yang menghantui karena tidak bisa membersamai anak setiap saat. Tidak bisa menjadi orang pertama yang melihat perkembangan dan pertumbuhan terkini anak. Percayalah setiap orang tua terutama ibu pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Ketika membuat keputusan untuk bekerja tentu sudah dengan pertimbangan maptang dan persetujuan suami. Tidak perlu diperdebatkan lagi mana yang lebih menjadi ibu rumah tangga atau ibu bekerja. 

Pingin menulis tentang me time. Kenapa? Aku sering baca di Instagram tulisan tentang me time buat ibu-ibu supaya ndak stress karena terlalu lelah mengurus anak dan rumah. "Titip anak sebentar lah ke orang tua atau mertua", begitu kiranya cara agar bisa me time dengan ke mall, nonton bioskop, perawatan di salon atau liburan sejenak ke luar kota/negeri tanpa anak. Buat aku yang menitipkan anak selama ditinggal kerja, rasanya ndak tega dan egois sekali, setidaknya untuk saat ini dengan anak usia 2,5 dan 5 tahun. Ndak pernah terbayang tidur tanpa anak-anak. Mungkin akunya yang tidak bisa jauh dari mereka. Kemarin sore mau ninggalin Mas sebentar buat makan bakso aja ndak tega, mending ikut, meskipun dia nggak makan karena bakso bukan makanan favoritnya, aku senang bisa makan dengan formasi keluarga lengkap. I just need quality time with my family. 

Kerja bisa menjadi sarana me time buat aku. Saat bekerja di kantor anak-anak ndak sama aku, karenanya sebisa mungkin menghindari stress di tempat kerja. Jalankan peran sesuai tempat dan porsinya. Waktunya di kantor yaa kerjakan pekerjaan sebaik mungkin. Kalau kata influencer yang aku ikuti, harus zero mistake. Meskipun ndak mungkin, zero mistake bisa menjadi kata motivasi buat aku. Saat di rumah yaa jalankan peran sebagai istri, ibu dan anak. Jujur ini masih belajar, terkadang juga masih kerja di rumah, tapi ndak banyak lah yaa, hehehe. Just enjoy and happy. 

Saat bekerja bisa bertemu dengan orang lain, merasakan suasana berbeda, suasana rumah, kantor dan dalam perjalanan. Karena menggunakan transportasi umum, selama perjalanan bisa scroll instagram, blog walking, "cuci mata" di e-commerce, membaca doa harian (entah kenapa kalau di rumah begitu sulit), tilawah, bahkan menulis jurnal di blog. Setiap pagi aku bisa jalan kaki dari stasiun ke kantor, gerak badan sedikit lah 😄. Perjalanan dari rumah ke stasiun dan sebaliknya bareng suami, meski hanya 10 menit, lumayan bisa menjadi quality time bagi kami. Saat di kantor pun bisa ngobrol dan sharing dengan teman. Ini membuat pikiran terbuka. 

Agar bekerja terasa me time, love your job, do what you love. Meskipun pekerjaanmu bukan passion-mu. Paling tidak jadikan pekerjaanmu sebagai ibadah, Insya Allah bisa "menikmati" pekerjaan dengan seluruh atributnya yang melekat. Toh kita butuh uangnya kan 😁

Selamat Hari Jumat. Besok Akhir Pekan. Tetap Semangat.
.
.
Aku yg nulisnya dicicil 😊
 

Just a Little Note Template by Ipietoon Cute Blog Design