Anaknya ada jadwal vaksin ndak ibu-ibu? Sudah divaksin kah?
Dua minggu yang lalu bawa Ghizan imunisasi, setelah tiga minggu gagal karena batpil menyerang. Rutinitas sebelum eksekusi jarum suntik kan ditimbang berat badannya yaa, Ibu Puput ini shock banget berat badan Ghizan bukannya naik malah turun 200 gram. Walaupun dapat kejutan begitu mencoba kalem dengan tarik nafas dalam dan mencari pembenaran "kan abis batuk pilek, yaa wajar aja". Lebih shock lagi setelah diplot ke kurva pertumbuhan di luar garis dong macam scatter diagram yang titik-titiknya banyak mencelat jauh.
Duh nambah aja ini permasalahan, urusan gigi Mas aja nggak selesai-selesai. Khawatir ada penyakit-penyakit yang wow gitu, yang mana kudu siap merogoh tabungan untuk yest ina dan inu. Jadi pilihanya ayo kita semangat 45 naikin berat badan anak. Kemana itu larinya kechubbian pipi Ghijun. Yaa sudah lah, berhubung Ibu Puput ini ndak kreatif dan kurang banyak dalam membuat makanan, kita optimalkan aja yang dia mau, ayam tepung to the rescue. Jadwal makannya ditambah, 2 jam sebelum tidur berjibaku nyuapin lagi 2 anak. Iya kerjaan saya full nyuapin anak begitu sampai di rumah. Selesai nyuapin, nidurin bocah dan ikut pulas sampai pagi 🤣
Bocah satu ini aktifnya bikin kita nyebut dan teriak-teriak, the most dibandingkan Mas dan Adik sepupunya. Karena aktifnya itu emaknya bisa lebih kalem, kalo anaknya lemes kan bisa kurang ina dan inu dan kemungkinan sakitnya lebih besar. Mungkin ini anak emang kurang aja porsi makannya. Dua anakku berat badannya emang irit sih, tapi Mas masih di dalam garis kurva.
Mulai ngeluarin timbangan lagi, biar berat badannya sering ditimbang dan semoga ndak bikin emaknya sport jantung. Alhamdulillah adek ditimbang ada kenaikan 400 gram. Mas juga kurang sebenarnya, tapi dia lebih gampang dibujuk untuk makan meskipun susah masuk proteinnya. Emaknya kudu ngebujuk dengan berbagai macam alasan supaya mau makan telur dan ayam. Daging belum berhasil sama sekali ðŸ˜
Entah kenapa anak-anak saya belum tertarik sama makanan-makanan baru. Ndak ada yang doyan pasta atau keju macam anak-anak lain. Entah faktor keturunan atau emang nggak menarik yaa.
Kalau siang ku pasrah saja sama Uti. Peluk erat Uti semoga selalu sehat. Maafkan anakmu ini Uti selalu ngetepotin. I loph you full Uti.

0 comments:
Posting Komentar