Kamis, 19 Oktober 2023

Rumah

Assalammualaikum. Aloha.... 
Judul postingannya sederhana tapi berat yaa. 2019 sebelum covid-19 menyerang aku dan suami terbersit keinginan mau beli rumah melalui KPR. Setelah survei dan hitung-hitung sepertinya belum bisa. Pada saat itu pun suami bilang "kalau ndak bisa bayar gimana?". Alhamdulillahnya pada saat itu kami tidak terburu-buru dan memutuskan untuk tidak dulu memiliki utang. Maret 2020 covid-19 melanda penghasilan pun dipotong, alhamdulillah Allah selamatkan kami. Aku juga hamil dan melahirkan di tahun yang sama. Kami pun menabung tapi untuk tujuan lain, kami sepakat untuk daftar haji terlebih dahulu. Alhamdulillah tahun lalu daftar haji. 
Target kami selanjutnya adalah rumah. Selama 2023 ini pengeluaran cukup besar yaitu khitan 2 anak, pulang kampung dan Ghifaz daftar SD. Tabungan kami untuk rumah terpakai  cukup dalam. Sementara itu setiap berangkat dan pulang kerja aku merasa GDC dan Kalimulya ini semakin ramai, penasaran cek-cek harga rumah, Masya Allah yaa kenaikan harganya. Iseng lah survei-survei sambil nemenin Ghifaz bersepeda dan berani bertanya ke marketing properti. Tertujulah kami pada salah satu cluster di Pondok Rajeg yang cukup dekat dari rumah ibu. Dihitung-hitung DP dan cicilan ok. Lanjut survei lokasi dan membandingkan KPR dari beberapa bank.
Salah satu yang mendorong kami untuk KPR dalam waktu dekat adalah usia. Aku pernah baca di feed instagram Ligwina kalau mau KPR sebelum usia 40 tahun, karena KPR kan membutuhkan waktu yaa, 5-20 tahun. Kalau usia 40 tahun mengambil KPR dengan waktu 20 tahun berarti bayar KPR sampai pensiun. Insya Allah kalau kami ambil KPR tahun ini atau tahun tahun depan dalam waktu 10 tahun akan lunas di usia 45 atau 46 tahun. Masih ada waktu 12 tahun untuk fokus menyiapkan dana pensiun, meskipun aku sudah mulai menyiapkan dana pensiun sebelumnya. Usia pensiun sudah tenang memiliki rumah, aamiin.
Kami memilih KPR Syariah. Sebetulnya ingin cicilan syariah non bank seperti inhouse atau ke perusahaan yang melayani cicilan syariah. Hasil surveiku mengatakan cicilan syariah membutuhkan DP cukup besar dan biaya-biaya yang cukup banyak. Bismillah ikhtiar kami menggunakan KPR Syariah dari BSI. Prosesnya masih lama, karena rumahnya belum dibangun masih tanah. KPR BSI harus ready rumahnya, tidak bisa indent. Jadi kami masih punya waktu untuk menabung sebelum akad, hehehe.
Berhubung rumahnya belum dibangun, kami boleh mengubah layout dalam rumah, namun tampak depan harus sama persis dengan bawaan developer.  Karena sama sekali nggak bakat dalam desain, coba-coba gambar sendiri juga bingung, kami memutuskan memakai jasa arsitek untuk menggambar rumah yang akan dibangun. Apalagi kan ada rencana akan nambah 1 kamar lagi, jadi kita punya gambar besar untuk pembangunan rumah secara bertahap, sementara yang dari developer dimanfaatkan semuanya, hehehe. Mohon doanya semoga lancar dan tak ada kendala. Aamiin.

0 comments:

Posting Komentar

 

Just a Little Note Template by Ipietoon Cute Blog Design